Logo Krocok
PEMDES KROCOK
Kec. Japah Kab. Blora
Beranda Profil Desa Pemerintah Desa Berita & Kabar Peta Interaktif Produk Hukum Informasi Publik Lapak Desa Pengaduan Warga Pembangunan IDM & APBDes Kontak
Pemerintahan Rabu, 12 Agustus 2026 Dibaca 1 kali

Muslimat NU Blora Didorong Masuk Sektor Pangan dan Ternak

Penulis: Administrator Desa
Muslimat NU Blora Didorong Masuk Sektor Pangan dan Ternak

BLORA – Bupati Blora Arief Rohman mendorong Muslimat NU ikut memperkuat ketahanan pangan melalui pertanian organik dan budidaya ayam kampung.

Ajakan itu disampaikan Arief saat menghadiri Konferensi Cabang Muslimat NU Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (2/8/2026).

Arief mengapresiasi peran Muslimat NU yang selama ini bersinergi dengan pemerintah di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga sosial.

"Kami ingin bersinergi terus-menerus, bagaimana Muslimat memiliki kontribusi dalam rangka kemanfaatan dan kemaslahatan NU dan masyarakat di Kabupaten Blora," kata Arief.

Menurutnya, Konfercab Muslimat NU tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga menghasilkan program konkret yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Arief mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi Blora. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai lebih dari 5 persen.

Blora juga memiliki potensi besar di sektor pangan dan peternakan. Populasi sapi mencapai hampir 250 ribu ekor, sementara produksi padi masuk enam besar dan jagung berada di peringkat kedua di Jawa Tengah.

Dengan mayoritas warga NU berprofesi sebagai petani, Arief meminta Muslimat NU ikut mengembangkan pertanian organik.

"Pertanian organik ini sangat prospektif. Saya minta tidak hanya NU, tapi Muslimat juga ikut. Nanti kita bisa adakan pelatihan khusus pertanian organik untuk Muslimat NU," ujarnya.

Arief menilai potensi peternakan juga dapat mendukung pertanian organik. Kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.

Selain itu, dia mendorong Muslimat NU terlibat dalam budidaya ayam kampung. Pasalnya, kebutuhan ayam kampung di Blora mencapai ribuan ekor per hari dan sebagian masih dipasok dari luar daerah.

Pemkab Blora, kata Arief, tengah menyiapkan skema bersama Baznas dan program CSR untuk membantu pengembangan ayam kampung di tingkat masyarakat.

"Saya ingin populasi ayam kampung di Blora ini bisa kita naikkan. Kalau nanti sudah besar, silakan dijual ke pasar. Yang penting populasinya meningkat," katanya.

Ia membuka peluang pemberian bibit ayam kepada kelompok PKK maupun Muslimat NU hingga tingkat ranting.

"Saya serius menjalankan program pertanian organik dan ayam kampung ini. Saya mohon dukungan Muslimat agar bisa dimasukkan menjadi salah satu programnya," ujar Arief.

Arief menambahkan, penguatan pangan di Blora sejalan dengan prioritas pemerintah pusat. Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

Konfercab Muslimat NU Blora turut dihadiri jajaran Forkopimda, PW Muslimat NU Jawa Tengah, PCNU Blora, pengurus Muslimat NU tingkat kecamatan dan ranting, Kementerian Agama, Baznas, serta sejumlah undangan lainnya.